Apakah Anda merasa putus asa ketika anak Anda bermain gadget sepanjang waktu?

Penelitian membuktikan bahwa sebagian besar anak dan remaja masa kini menghabiskan waktu minimal 3 jam sehari bersama gadget mereka. Sebagian besar orang tua memiliki perasaan yang sama terhadap perilaku ini: putus asa, tidak yakin bagaimana dapat mengontrol anak mereka. Akan tetapi menghindari dunia digital seluruhnya pun tidak memungkinkan dalam era digital ini. Bahkan penelitian lainnya menyatakan bahwa screen time (waktu menatap layar, yaitu waktu yang dihabiskan untuk menonton dan bermain gadget) ternyata berdampak positif untuk kognitif anak-anak dibandingkan dengan anak-anak yang tidak memiliki screen time sama sekali. Oleh karena itu melarang anak Anda untuk tidak menggunakan gadget pun bukan merupakan solusi terbaik.

Sebagai orang tua, kita tidak dapat menutup mata terhadap berbagai resiko negatif dari kecanduan gadget. Kecanduan terhadap gadget terbukti dapat berdampak negatif terhadap kesehatan anak, kecerdasan emosional, kecemasan sosial/social anxiety, dan disiplin anak. Solusi terbaik bagi orang tua adalah untuk mengarahkan minat digital tersebut ke arah yang lebih positif. Salah satu cara yang paling efektif adalah melalui programming komputer /coding. Melalui coding, anak akan menyalurkan ketertarikan mereka di bidang teknologi untuk menciptakan proyek digital mereka sendiri. Dengan kata lain, anak Anda tidak akan hanya menjadi pengguna, tetapi juga akan menjadi inovator di masa mendatang.

Hop

Sebagai orang tua, kita tidak dapat menutup mata terhadap berbagai resiko negatif dari kecanduan gadget. Kecanduan terhadap gadget terbukti dapat berdampak negatif terhadap kesehatan anak, kecerdasan emosional, kecemasan sosial/social anxiety, dan disiplin anak.

Step

Solusi terbaik bagi orang tua adalah untuk mengarahkan minat digital tersebut ke arah yang lebih positif. Salah satu cara yang paling efektif adalah melalui programming komputer /coding.

Jump

Melalui coding, anak akan menyalurkan ketertarikan mereka di bidang teknologi untuk menciptakan proyek digital mereka sendiri. Dengan kata lain, anak Anda tidak akan hanya menjadi pengguna, tetapi juga akan menjadi inovator di masa mendatang.

Mengapa Coding?

Hampir semua negara maju, seperti Jepang, Inggris, dan Amerika tidak mempertanyakan seberapa pentingnya pembelajaran coding bagi anak-anak. Oleh karena itu kurikulum sekolah mereka telah mencakup coding sebagai salah satu mata pelajaran wajib. Pemimpin teknologi terkemuka seperti Bill Gates dan Mark Zuckerberg mulai belajar coding sejak bangku sekolah dasar. Akankah Anda membiarkan anak Anda tertinggal?

Mempelajari coding tidaklah sama dengan mempelajari mata pelajaran sekolah lainnya di mana murid diarahkan untuk menghafal hanya satu jawaban yang benar. Dalam coding, murid dapat menemukan lebih dari satu alternatif algoritma untuk membuat sebuah program komputer bekerja. Dengan mempelajari coding, anak-anak terus dilatih untuk menjadi kreatif, diasah kemampuan logikanya untuk memecahkan masalah, dan juga untuk berkolaborasi dengan anak-anak lainnya. Semua keterampilan tersebut diperlukan dalam era digital abad ke-21 ini. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, seperti artificial intelligence dan robot, muncul kekhawatiran bahwa suatu hari nanti tenaga kerja manusia akan digantikan oleh robot. Hal ini tidak akan terjadi jika anak-anak telah dipersiapkan secara matang dengan bekal keterampilan digital.

Mengapa Belajar Bersama Kami?

Berbeda dengan kursus coding lainnya, kami meyakini bahwa mengajarkan coding saja tidaklah cukup untuk mengarahkan anak-anak kita dalam era digital yang pelik ini. Kami juga menekankan pentingnya literasi digital dan pembentukan karakter dalam kurikulum kami. Kami percaya bahwa mengajarkan keahlian TI dan literasi digital harus dimulai sedini mungkin untuk menjadikan anak-anak sebagai warga digital yang baik.

Literasi Digital

Literasi digital adalah “kemampuan untuk menggunakan teknologi, alat komunikasi atau jaringan digital untuk mencari, menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membagi, dan menciptakan konten menggunakan teknologi informasi dan internet.” Seperti yang telah kita ketahui, terkadang orang dewasa pun kesulitan untuk menganalisa kebenaran sejumlah informasi yang beredar di internet. Dengan meluapnya media sosial muncul juga isu-isu sosial seperti cyber-bullying, identity confusion, and berita palsu/hoax. Terlebih lagi untuk anak-anak kita sebagai digital native, peran orang tua sangat penting untuk mengarahkan mereka agar berperilaku sopan dan santun di dunia digital.

Edukasi Karakter

Dalam Timedoor Coding Academy, kami tidak hanya menciptakan lulusan anak-anak cerdas berilmu, tetapi kami juga menjadikan mereka sebagai anak-anak dengan karakter sosial yang menjadi panutan. Hal ini dicapai dengan memadukan kurikulum kami dengan kurikulum pendidikan nasional dalam edukasi karakter seperti disiplin, jujur, hormat, dan tanggung jawab. Kami harus menggarisbawahi seberapa pentingnya sifat-sifat tersebut dalam era digital ini. Sebagai contoh, disiplin dan tanggung jawab diperlukan oleh seorang anak untuk mengontrol dirinya sendiri agar tidak kecanduan terhadap gadget.

"Learning how to program didn't start off as wanting to learn all of computer science. I want to make something that was fun for myself and my sisters."

Mark Zuckerberg - Founder of Facebook